Selamat Tahun Baru Untuk Mu , Pencipta Rasa Rindu
Hai kamu yang dekat namun jauh untukku peluk , Selamat Tahun Baru 2014
Aku tau kamu disana tidak akan lupa untuk mengucapkan "Selamat Tahun Baru" kepada orang yang semu padahal disini ada aku yang selalu menunggumu.
Hai Kamu , seseorang yang selalu ada dipikiranku yang tak pernah kenal waktu.
Apa kabar hari ini? Aku tau kamu pasti tidak akan menanyakan bagaimana kabarku tapi aku disini baik-baik saja hanya saja terkadang dada terasa ngilu karena terlalu lama menunggu dan tak bertemu
Tak mengapa karena inilah tugasku hanya untuk menunggumu yang selalu saja memikirkan orang yang semu bukan aku
Hai kamu , taukah ? aku sering menitipkan doa doa ku kepada Allah untuk selalu menjagamu dari orang yang semu tapi aku sadar kamu tak pernah mau tahu kau sibuk dengan urusanmu dengan orang yang semu itu . Padahal aku disini telah lama menunggumu. Tak sadarkah kamu?
Hai kamu , seseorang yang lucu. Kamu yang telah bersandar dipundakku , kamu yang telah mengendongku , kamu yang telah mengacak acak rambutku , kamu yang selalu membuatku jadi batu setiap kali kau melemparkan senyum itu. Tapi kamu jugalah yang membuatku menjadi seperti abu gosok saat aku tau bahwa senyum itu bukan untukku.
saat menyedihkan jika menjadi aku. aku hanya bisa mengaggumi , mencintaimu, tak bisa memilikimu, bisa merasa rindu, tak bisa bertemu walaupun kedokku sebagai secret admirer sudah tertangkap basah karena ada seseorang yang membocorkan.
Tapi tidak mengapa apa , aku sudah tahu kau takkan mengerti semua itu dan aku sudah biasa
Tapi tidak mengapa apa , aku sudah tahu kau takkan mengerti semua itu dan aku sudah biasa
Hai kamu. seseorang yang telah menjulurkan tangannya untuk kupegang tapi aku tak mau menerima aku takut semua ini akan sama seperti dulu ketika kamu suka menebar harapan kepadaku dan kemudian kamu entah hilang kemana dan kemudian dengan tiba tiba kamu datang lagi . Mungkin otakku salah mengartikan semua kebaikanmu mengartikan senyummu itu. Karena itu aku kira hatimu yang menuju kepadaku. Namun kadang angan dengan kenyataan sangata jauh kau melemparkan batu ke dadaku. AH Tak mengapa aku terlalu biasa kau buat begitu awalanya kau peluk aku kemudian kau tusuk aku dari belakang namun rasa sakit itu menguatkan ku.
Namun satu yang ingin ku katakan semua rinduku yang memuncak ini selalu tersimpan dengan terpasak didalam peti kesenyapan dan menunggu entah sampai kapan peti itu akan terbuka olehmu .
Hai kamu , mungkin senyumku tawaku memang ku tebar sana sini tapi hatiku sedikit demi sedikit retak karena menunggumu yang berada disana dengan orang yang semu
Komentar